Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Minggu, 30 Januari 2022

Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

 

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

MENYUSUN KESEPAKATAN KELAS UNTUK MENUMBUHKAN DISIPLIN POSITIF SISWA

 

Oleh:

Ni Kadek Dwiyana Astriani, S.Pd.SD

Calon Guru Penggerak Angkatan 4

Kabupaten Karangasem

 

 

A.  Latar Belakang

Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar dapat berkembang menjadi pribadi kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Menerapkan Budaya positif di sekolah untuk mewujudkan murid-murid yang berbudi pekerti dan berkarakter baik. Budaya positif berkaitan dengan filosofi Pendidikan KHD yaitu pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara untuk menanamkan budaya positif, maka seorang guru hendaknya mampu menuntun dan menjadi teladan dalam membentuk karakter baik siswa di sekolah. Budaya positif merupakan implementasi dari merdeka belajar karena di bangun dari hasil kesepakatan bersama yang berpihak pada murid.

Penanaman budaya positif sangat penting untuk menumbuhkan nilai karakter anak didik. Melalui disiplin positif, anak didik dimotivasi untuk menjadi pribadi yang mereka inginkan dan menghargai diri mereka sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Menanamkan disiplin positif dimulai dari contoh teladan yang diberikan oleh pendidik. Penanaman disiplin positif dapat dilakukan dengan pembentukan dan menyepakati keyakinan kelas bersama anak didik. Pendidik hendaknya mengambil posisi kontrol sebagai manajer dalam membenahi laku siswa yang melanggar keyakinan kelas/sekolah dan menerapkan segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah dan memberi kesempatan kepada murid mempertanggungjawabkan perilakunya serta mendukung murid dalam menemukan solusi dari permasalahan peserta didik dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Dalam penerapan budaya positif, guru harus mampu menjadi role model dengan posisi sebagai manager yang lebih menuntun tumbuhnya kesadaran dalam diri murid, bukan karena berlakunya hukuman/penghargaan. Sebagai langkah awal penerapan budaya positif, bisa dimulai dengan kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang dibangun dari keyakinan akan lebih memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan lebih bersemangat menjalankan keyakinan. Dari keyakinan kelas inilah disusun menjadi kesepakatan kelas yang dirancang bersama guru dan siswa.


B.  Deskripsi Aksi Nyata

Langkah awal yang saya lakukan adalah mendiskusikan rancangan kegiatan aksi nyata dengan kepala sekolah dan rekan sejawat dan memberikan sosialisasi tentang pentingnya menyusun kesepakatan kelas. Selanjutnya adalah menyusun kesepakatan dengan murid. Pada kegiatan menyusun kesepakatan kelas ini guru bertindak sebagai fasilitator dalam menuntun murid selama kegiatan Menyusun kesepakan kelas dengan menggunakan kata-kata positif.  Kesepakatan kelas dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Guru menanyakan kepada siswa tentang kelas impian yang mereka impikan

2. Menanyakan cara untuk mencapai kelas impian mereka

3. Siswa menuliskan dan menempelkan ide-ide usulan mereka tentang kesepakatan kelas yang akan dibuat

4.  Guru dan siswa merangkum ide-ide siswa menjadi kesepakatan kelas.

5. Setelah disepakati, siswa diberi kesempatan membuat poster kesepakatan kelas yang ditempel di dinding kelas.

6. Guru dan siswa menandatangi kesepakatan kelas yang telah dibuat sebagai wujud komitmen bersama dan menyepakati konsekuensi yang diterima sesuai dengan kesepakatan yang dilanggar.


C.  Hasil Aksi Nyata

Adapun hasil kegiatan aksi nyata adalah sebagai berikut.

1. Tersusunnya kesepakatan kelas yang merupakan kesepakatan bersama antara siswa dan guru.

2. Siswa dan guru melaksanakan kesepakatan kelas dengan kesadaran dan tanggungjawab

3. Siswa secara konsisten menerapkan disiplin positif melalui pembiasaan-pembiasaan positif di kelas maupun di sekolah.

 

D.      Refleksi Aksi Nyata

Hal baik yang didapat dari aksi nyata ini adalah siswa mampu menyampaikan harapan/usul yang dijadikan kesepatan kelas, siswa disiplin mengikuti pembelajaran, konsisten menerapkan 5S (Senyum, sapa, salam, sopan, dan santun), jujur, saling menghargai dan menyayangi, aktif dan bekerjasama dalam diskusi, bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa terlibat aktif dan percaya diri menyampaikan ide/pendapat pada saat diskusi kelompok maupun  pada saat presentasi serta siswa menjaga kebersihan di kelas maupun di lingkungan sekolah.

Kendala yang dihadapi masih ada anak kurang bersemangat dalam menjalankan kesepakatan kelas dan belum mengumpulkan tugas sesuai waktu yang disepakati. Melihat kenyataan ini, siswa lain berinisiatif mengingatkan rekannya dan guru bertindak sebagai motivator dan manajer.


E.       Rencana Perbaikan di Masa Mendatang

Kedepannya kesepakatan kelas yang telah disusun sudah bagus dan dapat direvisi kembali sesuai kebutuhan siswa serta perlu konsisten dalam penerapannya. Penyusunan kesepakatan kelas perlu diimbaskan di kelas-kelas lain agar tercipta disiplin dan budaya positif di kelas dan di sekolah.

G. Dokumentasi Kegiatan



Senin, 01 November 2021

1.1.a.9 Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara


Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: “menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara  merupakan daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya. Ki Hajar Dewantara  memberikan pedoman dalam menciptakan kultur positif dan karakteristik seorang pendidik. Melalui semboyan Trilogi pendidikan yakni  Ing ngarso sung tulodo (di depan, seorang pendidik atau guru harus dapat memberi teladan atau contoh tindakan baik), ing madya mangun karso (di tengah atau di antara murid, guru harus menumbuhkan semangat dalam hal menciptakan prakarsa dan ide), dan tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).

Untuk mencapai tujuan pendidikan maka Ki Hadjar Dewantara memilih metode Among yang juga dikenal dengan metode pengajaran  dan pendidikan berdasarkan asih, asah, dan asuh. Keberhasilan tujuan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat yang dikenal dengan Tri Sentra Pendidikan untuk membentuk manusia yang unggul, berbudi pekerti dan cerdas. Dimulai dari dari rumah sebagai pondasi pertama dan utama, selanjutnya dilaksanakan disekolah dan di lingkungan masyarakat yang kondusif. Pendidikan itu bukan untuk merubah kodrat manusia, namun pendidikan itu lebih kepada membantu peserta didik untuk memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri. Hal ini dianalogikan sebagai petani yang akan menanam bibit. Sebagus apapun bibit yang dimiliki tanpa dilakukan perawatan, pemeliharaan yang maksimal maka tidak akan bisa menghasilkan tanaman yang berkualitas. Begitupun sebaliknya walaupun berasal dari bibit yang kurang bagus namun kalau diberikan perawatan maka akan bisa menghasilkan tanaman yang berkualitas. Begitupun halnya dengan guru dan murid. Guru memiliki andil yang besar dalam mewujudkan profil murid di masa mendatangnya.


Selama ini saya percaya dan beranggapan bahwa murid adalah sebuah kertas kosong yang dapat kita tulisi sesuai dengan keinginan guru, serta pembelajaran adalah suatu proses dari yang tidak tahu menjadi tahu atau dari yang tidak bisa menjadi bisa. Setidaknya itu yang saya percaya mengenai pemikiran peserta didik dan juga pembelajaran sebelum saya mempelajari Modul 1.1. Pemikiran ini terus melekat dalam pikiran saya sampai beberapa waktu lalu dan ini mempengaruhi pola mengajar saya selama ini sehingga terjadi kecenderungan pembelajaran yang tidak memberikan “kebebasan” kepada siswa serta pembelajaran yang terjadi cenderung berpusat pada guru (Teacher Center), pembelajaran lebih banyak di dominasi oleh guru sebagai pengajar menyebabkan kurangnya aktivitas yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi pengetahuannya, serta kurangnya pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing.


Namun, setelah saya mempelajari modul 1.1, saya menyadari pemikiran saya tentang murid dan pembelajaran selama ini kurang tepat. Saya menjadi mengetahui dan memahami inti dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa peserta didik bukanlah kertas kosong melainkan peserta didik diibarat kertas yang sudah ditulisi samar-samar dan tugas kita sebagai guru mempertegas tulisan tersebut. Tulisan samar tersebut adalah kodrat peserta didik yang sudah ada sejak mereka lahir. Setiap peserta didik adalah individu yang unik dan sudah memiliki karakteristiknya masing-masing, baik dari segi bakat, minat, tingkat kognitif, sosial, dan karakteristik lainnya. Tentu dengan adanya kondisi ini, sebagai pendidik kita tidak bisa memberikan perlakukan yang “sama persis” untuk setiap peserta didik namun sudah seharusnya kita memperhatikan karakteristik masing-masing peserta didik.  Dengan menyadari hal ini saya berpikir untuk tidak memaksakan anak untuk menjadi seperti yang kita inginkan melainkan saya harus membimbing dan menuntun peserta didik agar tidak kehilangan arah dan tujuan pembelajaran. Dengan harapan peserta didik dapat menggapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.  Dalam pembelajaran saya akan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak dan memberi ruang pada anak agar anak dapat berkarya dan berekspresi dengan tuntunan yang saya berikan .

 

Berdasarkan pemahaman di atas, hal yang bisa segera saya terapkan lebih baik dalam proses pembelajaran di kelas agar mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah dengan menerapkan metode among, dalam artian pendidikan dan proses pembelajaran bukan merupakan suatu paksaan namun lebih ke arah ‘menuntun’, dimana anak diberi kebebasan sesuai dengan tahap berpikir dan karakteristik mereka, namun pendidik berperan sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Dengan adanya sistem pembelajaran tatap muka terbatas yang berlangsung akibat Pandemi Covid-19 sekarang ini hal yang dapat saya terapkan untuk memberikan proses pembelajaran yang menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak, memberikan ruang agar anak dapat berkarya dan berekspresi serta memberikan kebebasan yang “terbatas” kepada siswa terkait penggunaan sumber belajar, metode belajar, dan juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Kebebasan dalam memilih sumber belajar misalnya dilakukan dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menggunakan sumber belajar yang mereka temui, atau dapat dilakukan dengan memberikan beberapa sumber belajar yang relevan yang dapat dipilih oleh peserta didik, kemudian memberikan kuosioner kepada siswa yang berisikan poin-poin karakteristik siswa terkait gaya belajar, media yang ingin digunakan dalam proses pombelajaran, jenis kegiatan belajar yang mereka pilih, dan juga penyampaian gagasan mereka terkait proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan sebagai bahan refleksi untuk proses pembelajaran selanjutnya. Dengan proses pembelajaran seperti ini diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan yaitu mewujudkan generasi yang mandiri, penuh daya kreasi, dan berbudi pekerti mulia. Selain itu saya akan segera menerapkan pembelajaran yang dapat mengembangkan bakat dan potensi peserta didik. Saya akan menuntun segala kodrat yang ada pada anak, memberikan semangat dan dorongan agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.


Rabu, 21 Oktober 2020

Vlog PembaTIK Level 4 Tahun 2020

Berikut ini merupakan tugas vlog PembaTIK Level 4 Berbagi Tahun 2020


Selasa, 20 Oktober 2020

Pemanfaatan Rumah Belajar pada Materi Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh

Om Swastyastu,

Bagaimana kabarnya hari ini anak-anak? Ibu harap anak-anak selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.

Apakah kamu selalu makan makanan sehat seperti yang kamu lihat pada gambar?


Anak-anak, hari ini kita akan belajar materi tentang pentingnya makanan sehat bagi tubuh.

Tujuan Pembelajaran : 

1. Melalui menyimak video pada sumber belajar, siswa dapat menyebutkan contoh makanan bergizi dan manfaatnya bagi tubuh

2. Melalui membaca materi di blog, siswa dapat membuat iklan tentang makanan sehat

Makanan sehat baik untuk tubuh kita. Tubuh manusia manusia mengolah makanan menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan pertubuhan.

Untuk lebih memahami materi tentang pentingnya makanan sehat bagi tubuh, Ibu akan mengajak anak-anak menonton video dari sumber belajar portal Rumah Belajar yang dapat diakses pada link https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id

 Nah ini video dari Sumber Belajar yang ada pada portal Rumah Belajar yang sudah ibu download dari link diatas. Silahkan anak-anak simak video di bawah ini!

Jangan ragu untuk mengaksesnya ya anak-anak, karena videonya diakses menggunakan kouta belajar yang diberikan dari pemerintah. Jadi jangan takut paketannya habis ya. Selamat menonton


Setelah menyimak video, pastinya anak-anak sudah paham tentang materi pentingnya makanan sehat bagi tubuh. Kalau ada yang masih kurang dimengerti silahkan kita diskusikan pada kolom komentar ya anak-anak.

Makanan sehat penting bagi tubuh. Jika makanan yang dikonsumsi itu sehat dan bergizi, maka tubuh manusia akan sehat. Oleh karena itu, banyak iklan yang dapat kita temui di tempat-tempat umum yang mengetengahkan tentang makanan sehat.

Perhatikan contoh iklan di bawah ini.

Iklan memiliki fungsi untuk mempromosikan sesuatu. Di dalam  dalam iklan terdapat kata-kata kunci serta gambar yang mendukung kata kunci tersebut. 

Kalimat yang menarik dan mudah dipahami serta gambar yang menarik menjadi hal penting dalam sebuah iklan. 

Kalimat yang bersifat persuasif atau mengajak sangat penting untuk ditampilkan. Kalimat tersebut bertujuan untuk menarik minat pembaca akan maksud yang ingin disampaikan.dalam suatu iklan.

Nah, tugas anak-anak sekarang membuat iklan tentang makanan sehat seperti contoh iklan di atas ya! Buat di buku gambar A4 (buku gambar kecil) dibuat sebagus mungkin dan di warnai. Kalau sudah selesai di foto dan kirim ke google classroom. Ingat isi nama dan nomor absen.

Setelah menyimak video dan membuat iklan, tentu anak-anak sudah paham tentang materi makanan sehat. Untuk menguji pemahaman kalian tentang materi pelajaran anak-anak bisa mencari referensi soal-soal dari fitur bank soal di portal Rumah Belajar yang dapat diakses pada link https://banksoal.belajar.kemdikbud.go.id/

Terimakasih anak-anak pembelajaran hari ini berahir dengan asyik dan menyenangkan.
Bersama Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.





Minggu, 18 Oktober 2020

Inovasi Pembelajaran Penerapan Model Problem Base Learning dengan Pemanfaatan Rumah Belajar

 Om Swastyastu,

Bagaimana kabarnya hari ini anak-anak? Ibu harap anak-anak selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.

Pernahkah anak-anak ikut lomba bersepeda?

Perhatikan soal cerita di bawah ini!

Anak-anak kelas V menggema saat para peserta lomba bersepeda mendekati garis finish. Budi berhasil memenangkan lomba bersepeda sejauh 10 m dalam waktu 5 detik. Ari ingin tahu kecepatan sepeda Budi. Dapatkah kamu membantu Ari menemukan kecepatan sepeda Budi?

Anak-anak, hari ini kita akan belajar materi tentang kecepatan

Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat memahami dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kecepatan.

Bagaimana hubungan antara kecepatan kecepatan dengan jarak dan waktu? Untuk mengetahuinya, ayo kerjakan kegiatan berikut!

Silahkan coba temukan jawabannya. Kalau sudah silahkan anak-anak jawab pada kolom komentar, kita diskusikan jawabannya. Ingat isi nama dan nomor absen ya.

Untuk lebih memahami materi tentang kecepatan, Ibu akan mengajak anak-anak menonton video dari sumber belajar portal Rumah Belajar yang dapat diakses pada link https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id

 Nah ini video dari Sumber Belajar yang ada pada portal Rumah Belajar yang sudah ibu download dari link diatas. Silahkan anak-anak simak video di bawah ini!

Jangan ragu untuk mengaksesnya ya anak-anak, karena videonya diakses menggunakan kouta belajar yang diberikan dari pemerintah. Jadi jangan takut paketannya habis ya. Selamat menonton


Setelah menyimak video, pastinya anak-anak sudah paham dengan materi kecepatan dan bisa menjawab soal di atas. ayo kita bahas sama-sama ya nak



Yuk kita coba pemahaman kalian tentang materi kecepatan dengan mengerjakan soal di bawah ini ya!

Tugas di buat dalam buku latihan Matematika, setelah selesai isi nama dan nomor absen kemudian di foto dan dikirim pada google classroom.

Setelah menyimak video dan mengerjakan tugas, tentu anak-anak sudah paham tentang materi kecepatan. Untuk menguji pemahaman kalian tentang materi pelajaran anak-anak bisa mencari referensi soal-soal dari fitur bank soal di portal Rumah Belajar yang dapat diakses pada link https://banksoal.belajar.kemdikbud.go.id/

Terimakasih anak-anak pembelajaran hari ini berahir dengan asyik dan menyenangkan.
Bersama Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.







Webinar Mengenal Lebih Jauh Mengenai Rumah Belajar

  Om Swastyastu Sahabat Blog Happy Teacher,

Bagaimana kabarnya? Semoga semua dalam keadaan sehat dan bahagia.

Setelah roadshow bertajuk  "Inovasi Pembelajaran dengan Pemanfaatan Rumah Belajar" di KKG Gugus II Kecamatan Karangasem. Kegiatan selanjutnya kami mengadakan webinar. Webinar kali ini bertajuk "Mengenal Lebih Jauh Mengenai Rumah Belajar" Webinar diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 pada pukul 08.00 WITA s/d selesai melalui aplikasi video conference Zoom. Webinar diselenggarakan dengan kolaborasi enam Sahabat Rumah Belajar Bali 2020. Sasarannya adalah guru TK, SD, SMP, SMA/SMK di Bali. Informasi kegiatan kami sebarkan melalui media sosial Facebook, WA Grup komunitas guru, IG dan Grup telegram. Berikut ini adalah flyer kegiatan webinar yang kami selenggarakan.



Webinar dibuka oleh moderator, Ibu Putu Desy Wilandari SRB dari SMPN 1 Amlapura. Bertindak sebagai Host, Bapak I Komang Susena SRB dari SMAN 1 Rendang. Kegiatan di mulai dengan pemaparan materi pengenalan Portal Rumah Belajar dan cara login di akun Rumah Belajar oleh Narasumber ke-1 Ibu Ni Made Darmini SRB dari SMPN 1 Selat. Narasumber ke-2 Bapak Ketut Alit Saputra SRB dari SDN 4 Kampung Baru tentang Fitur - fitur Rumah Belajar. Narasumber ke-3 saya sendiri, Ni Kadek Dwiyana Astriani SRB dari SDN 5 Subagan materi tentang penggunaan edugame dalam model pembelajaran game base learning. Narasumber yang terahir Ibu Nyoman Sri Darmayanti SRB dari SMPN Satap Sangkan Gunung. Kegiatan webinar berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan webinar.

Berikut ini adalah dokumentasi pelaksanaan webinar.

acara webinar di buka oleh moderator

Pemaparan materi dari narasumber

Pemaparan materi dari narasumber

                                               Demontrasi penggunaan edugame

Demontrasi penggunaan laboratorium maya

          Peserta webinar

Berikut ini adalah daftar hadir peserta webinar.



Merdeka Belajarnya
Rumah Belajar Fortalnya
Maju Indonesia

Roadshow Inovasi Pembelajaran dengan Pemanfaatan Rumah Belajar di KKG Gugus II Kecamatan Karangasem

  Om Swastyastu Sahabat Blog Happy Teacher,

Bagaimana kabarnya? Semoga semua dalam keadaan sehat dan bahagia.

Setelah roadshow kemarin Sahabat Rumah Belajar Bali tim Kabupaten Karangasem ke SMP Negeri Satap Sangkan Gunung, misi berbagi dilanjutkan ke Gugus II Kecamatan Karangasem. dan saya menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan sosialisasi ini. Setelah berkoordinasi dengan pengawas dan ketua gugus. Bapak Pengawas memberikan dukungan penuh dan motivasi terhadap acara sosialisasi ini, maka di putuskan pesertanya adalah Kepala Satuan Pendidikan dan 2 orang guru pada masing -masing sekolah di Gugus II Kecamatan Karangasem. Kegiatan dilakukan secara tatap muka tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2020. Acara di mulai pukul 09.00 WITA yang di buka oleh Kepala Satuan Pendidikan SDN 5 Subagan selaku ketua gugus II Kecamatan Karangasem, di lanjutkan dengan penyampaian sepatah dua patah kata dari pengawas SD Gugus II Kecamatan Karangasem terkait memberikan dukungan kepada kami SRB tim Kabupaten Karangasem untuk maju dan memberikan ilmu kepada guru-guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dengan mengitegrasikan TIK.

Sosialisasi dengan tajuk "Inovasi Pembelajaran dengan Pemanfaatan Rumah Belajar" di awali dengan perkenalan diri para sahabat rumah belajar yang berasal dari Kabupaten Karangasem yang dipandu oleh moderator Putu Ayu Desi Wilandari, Kemudian dilanjutkan dengan fitur utama rumah belajar oleh Nyoman Sri Darmayanti. Pengenalan fitur pendukung rumah belajar dan inovasi pembelajaran penggunaan edugame dalam model pembelajaran game base learning oleh saya sendiri Ni Kadek Dwiyana Astriani. Selanjutnya materi penggunaan zoom meeting untuk vicon PJJ di masa pandemi oleh Ni Made Darmini. 

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar, walaupun sahabat kami I Komang Susena tidak bisa hadir karena berhalangan, namun peserta nampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan. Keceriaan peserta saat terasa  saat game kahoot tentang rumah belajar dan memperagakan yel rumah belajar. Sosialisasi di akhiri dengan mengucapkan yel Rumah Belajar.

Berikut dokumentasi selama sosialisasi Rumah Belajar di KKG Gugus II Kecamatan Karangasem

Pembukaan sosialisasi oleh Bapak Ketua Gugus II

Penyajian materi inovasi pembelajaran dengan rumah belajar 

Memandu pembuatan akun rumah belajar

Peserta sosialisasi

                                                Peserta praktek langsung penggunaan edugame

Pemenang kuis kahoot tentang rumah belajar

Dokumentasi SRB Bersama Pengawas dan Kepsek Se-Gugus II

Penyerahan stiker kepada peserta


Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi


Berikut ini adalah daftar hadir peserta kegiatan sosialisasi di KKG Gugus II Kecamatan Karangasem


Merdeka Belajarnya
Rumah Belajar Fortalnya
Maju Indonesia